Blog ini sebenarnya lahir ketika saya terbaring sakit di Holland, pertengahan November 2008 lalu. Untuk mengusir kesunyian selama menanti recovery (sebab jauh dari keluarga) saya coba utak-atik web di komputer jinjing saya kala itu.. meski sambil terbaring di atas bale-bale ukuran 1,25m x 3m akhirnya jadilah satu lembar tulisan yang langsung published dengan menempelkan nama saya di domain-nya.
Di blog ini saya mencoba berbicara mulai dari bahasa warung kopi sampai kepada bahasanya kalangan akademik. Lewat suara kegundahan, kekuatiran yang muncul dari kebertanyaan orang-orang di sekitar saya dan (kadang-kadang) kegirangan saya juga akan sesuatu hal, saya coba tuangkan dalam blog yang serba coba-coba ini.
“Walau satu kata, daripada ku diam tak bicara” mengutip kata Harry Mukti rocker kondang akhir 80an, wajar-wajar saja di blog ini saya bersuara mulai dari politik (karena memang saya suka), budaya (karena kebudayaan saya memang perlu dipeduli-i), sosial (masalah ini memang lagi hangat-hangatnya), pendidikan, bahasa dan linguistik (sebab ini yang menjadi piring nasi saya). Semua ini saya ramu dalam tulisan semi populer, essay ringan hingga sebagian menjadi artikel yang lahir dari meja akademik.
Teman saya bilang, blog saya ini sedikit primordial karena ada unsur etniknya yang ditonjolkan. Anggapan itu bisa benar bisa juga keliru. Benar, saya memang memasukkan beberapa tulisan teman atau kolega saya mengenai suku Dayak (terutama Ngaju) dan bahkan sudah memunyai ‘thread’ tersendiri di blog ini karena saya anggap orang harus tahu kalau suku yang satu ini punya falsafah ‘Belom Bahadat’ (hidup beradab), agar tidak terus-menerus dicurangi oleh tesis, sintesis dan antitesis kalangan yang nir-pengetahuan tentangnya. Keliru saya katakan, karena instrumen suku dan etnis bukan semata-mata parameter kita untuk menuduh seseorang primordialis atau bukan.
Yang jelas, blog ini ‘oloh Ngaju’ punya dan bukan ‘ngaju-ngaju’ amat. Harapan saya teman bisa ikut curah pendapat dengan memberikan saran serta komentar yang konstruktif untuk publikasi yang saya tulis di sini.
Salam Damai,
Iwan FAUZI
(tengok galeri saya di sini)
Blogg yang bagus dan tertata rapi. Dohop imparami dengan foto-foto keindahan Belanda, le.Juga tentang alam dan kebudayaan Dayak Indonesia.
Isen Mulang!
Tengkiuy le…
Sebenarnya saat ini aku lg bikin blog khusus untuk foto galery yang nantinya akan aku tautkan di blog ini. By the way, terima kasih atas saran konstruktifnya.. Isen Mulang!
Halo, le. Thanks 4 reply my e-mail. Congs! Your blog as one of the links on http://www.kalteng.net, so this was an affordable effort of my friend, my aunty Nila Riwut in Yogya. She has been interrested in the culture of Dayak in the world too. Be thanked for our culture and the opportunity to promote in the whole world!
Isen Mulang!
I am flattered on this… I mean it! Thanks le, atas linknya.. Sebenarnya tulisan tentang Ngaju Dayak yang saya punya masih sedikit.. Tapi setidaknya ini menjadi trigger bagi saya untuk mengeksplor lebih dalam lagi tentang Ngaju Dayak. Saya ingin berterima kasih kepada Mina Nila, secara pribadi saya tidak kenal beliau tapi saya pernah bersemuka dengan beliau saat bedah buku beliau di Unpar. Salam hormat saya buat beliau.. Mari sama-sama kita bangun bhumi Isen Mulang.
Hai paharingku Toni & Fauzi Iwan.
Itah je sasama anak eson Tambun Bungai berarti itah hampahari. Awi hampahari, tanpa berkenalanpun itah jadi saling mengenal. Yok itah hagandeng lenge maneser panatau Tatu Hiang itah. Rajur-rajur mampalampang aran sewut Tatu Hiang itah. Ela sampai itah leteng awi arus globalisasi. Ela sampai kea itah kilau kayu nihau paruruk.
Tabe akan keton dalam tugas dan perjuangan masing-masing. Mudahan kesuksesan selalu menyertai. Amin.
Tabe,
mina nila riwut.
Yogyakarta. Indonesia
Halo,le!
Dohop amun atun waktum maja bloggku. Update tulisan terakhir je unpublished, mohon kritik dan sarannya.
Tengkyu,
Dear Pahari kawan tabela…
Te ketun, hining dia kuan MINA te… [terutama akan pahari kawan tabela] tuh ndai waktu akan itah mampalampang tarung… Mun sampai MINA je bakas je hamauh tumun te berarti jadi tege je sala dengan itah metuh tuh…
Tarima kasih MINA lah, atas auh tingak dan doanya… Amin!
Allow le,
Jatun ampie komenmu hung blogku.Ayu,ketun te hining auh kawal kau tuntang tingak Mina te. Rarancak ningak ikei Na, uka ikei santar bingat dia kalapean auh uluh bakas. Trims Na,en kuam le?
nah bagus banar ada kisah buhan dayak….jua kada buhan banjar ja
salam kenal dari urang banjar
Blognya bagus Pak. Narai Kabar??
Semoga sehat-sehat saja di Negeri Kincir
Tetap berekspressi dan exist .
Balai Kalteng menanti kedatanganmu…
Sukses selalu
Salam kenal Pak.
Blognya bagus. Semoga studi di belandanya sukses dan bisa kembali mengabdi untuk indonesia tercinta.
nice blog…
salam.
Salam kenal juga mas Gun, terima kasih sudah mau mampir dan iringan doanya…
Dear Iwan,
Membaca tulisan2 ente, serasa seperti membalik-kan waktu yang telah berjalan.
Semoga sukses di negeri bunga tulip. Pesen gw cuman satu: dont eat mi instant too much yaa..
wah saluuutt..
knalkan aq suku dayak jg,heee…..
Asalamualaikum.
Whats up wini depuh? Know what? I found ur blog by accident.. Anyway,Nice 2 read ur writin bout kalteng. Its been years not 2 see u. Good luck n dont be a colonial.
Finally datang juga… hehehe
Pakabar boss??? thanks sudah singgah, I even didn’t see my blog for the last three weeks… But it’s ok, again dank well, merci, gracias, arigato and syukron for you to come up.. Salam buat keluarga ya..
Sukses..!!
sudah lama aku tak nengok blog ini….bagaimana kabar pa iwan?